
Cast :
Kim Heechul
Kim Ryeowook
Park Jung Soo
Hangeng
Lee Hyukjae
Shin Rae Na
Kang Yong Rae
Kwon Sohee
Shim Miyoung
Park SeungWon
Other
Author : Frey
Genre : Romance, angst, Sad End
Part : 15 of 15
Rated : entahlah. Aku tidak bisa ngasih rated.a biar kalian saja yang ngasih rated.a apa
Summary : Jika ada kesempatan kedua, apa yang akan dilakukan? Sedangkan pertemuan terjadi secara tak terduga dengan kondisi yang tak pernah dibayangkan. Apakah mereka akan mengambil kesempatan kedua itu, atau membiarkannya karena kejadian itu menghadirkan hal tak terduga? (summarynya nggak banget dech. Hancur. Dan aneh)
Disclaimer : Cast punya Tuhan (itu pasti) ide aku yang buat. Jadi jangan heran bila aneh.
Warning : alurnya ngalor ngidul dan membingungkan. Banyak typo, gaje, aneh, hancur, dll
Huft akhirnya part akhir dari ni FF selese juga. Meski dah dirombak berkali – kali (2x kyknya) tetep aja aku ngerasa ga puas juga. Entah seperti ada yang ganjal. Tapi mo gimana lagi, dari awal cerita ini emang aneh. Jika part ini semakin aneh + ngawur author Cuma bisa minta maaf. Apalagi ini sudah batas maximum (?) yang author punya. Part ini menceritakan apa hubungan Raena n Yongrae. Sebenarnya anak siapa mereka. Dan apa alas an Yongrae bersikap seperti itu secara langsung (?). jika cerita tidak sesuai harapan mohon jangan timpuk aku ya.. hehehhhhehehh ^^V
Tapi yah seperti biasa aku minta koment, saran dan kritiknya ya… apa yang harus aku perbaiki.
Oh ya bagi yang belum pernah baca atau udah lupa ni aku kasih Linknya dari awal. dari yang
zaman One day With You (ODWY)
ODWY prolog : http://www.facebook.com/note.php?note_id=210840582267386
ODWY part 1 : http://www.facebook.com/note.php?note_id=211878972163547
ODWY part 2 – Last Part : http://www.facebook.com/note.php?note_id=212867768731334
Prolog : http://www.facebook.com/note.php?note_id=213097422041702
part 1: http://www.facebook.com/note.php?note_id=213642241987220
part 2: http://www.facebook.com/note.php?note_id=214105091940935
part 3: http://www.facebook.com/note.php?note_id=215013548516756
part 4: http://www.facebook.com/note.php?note_id=215830518435059
part 5: http://www.facebook.com/note.php?note_id=218068904877887
part 6: http://www.facebook.com/note.php?note_id=219901781361266
part 7: http://www.facebook.com/note.php?note_id=223201731031271
part 8: http://www.facebook.com/note.php?note_id=225097084175069
Part 9: http://www.facebook.com/note.php?note_id=233675883317189
part 10 :http://www.facebook.com/note.php?note_id=243628738988570
part 11 : http://www.facebook.com/note.php?note_id=246556462029131
part 12 : http://www.facebook.com/note.php?note_id=252138114804299
part 13 : http://www.facebook.com/note.php?note_id=253581597993284
Part 14 : http://www.facebook.com/note.php?note_id=256834641001313
Okay dech aku ga mau banyak bicara langsung aja ya
==== >>>> Happy Reading ^^
Takdir sungguh menakjubkan
Mempertemukan
Memisahkan
Mempertemukan kembali
Memisahkan kembali
Dan apakah cinta sanggup mengubah takdir itu?
@@@@@
Raena tengah mematut dirinya di depan cermin. Oh, hari ini akan ada acara ulang tahun dari kakek tunangan pemilik hotel ini. dan secara kebetulan pemilik hotel ini adalah sepupu Ryeowook.
Belum lagi semua tamu yang menginap di KJM Hotel turut serta diundang. Memang wajar, mereka khan orang yang sangat kaya.
Ryeowook kembali dari London tadi pagi. Raena tahu ada yang tidak beres. Wajah Ryeowook nampak kusut. Tapi di depannya Ryeowook bersikap biasa saja. dia bahkan mengajak Raena mencari sebuah gaun untuk ke pesta malam ini.
Sebenarnya ini kali kedua Raena menghadiri pesta pemilik hotel ini. tapi yang pertama dulu karena suatu hal akhirnya Raena tidak bisa datang.
Tok tok tok
Suara pintu diketuk membuat Raena menghentikan kegiatannya. Dia melangkah menuju pintu dan membukanya.
Ryeowook.
Namja itu tengah menatap Raena tanpa kedip. Membuat Raena merasa salah tingkah.
“Ryeowook-ah, apa aku tidak cocok mengenakannya?”
“Aniyo. Kau cantik sekali.” ucap Ryeowook membuat kedua pipi Raena memerah. “Nah Tuan putri ayo kita segera menuju tempat pesta. Ah, dan aku sangat ingin melihat hasil karyamu di ruangan pesta hyungku.”
Raena tertawa kecil.
Benar. Dia dimintai tolong oleh Seung Won untuk mengatur ruang pesta ini. pihak hotel menyukai karyanya dulu.
Raena mengaitkan tangannya ke lengan Ryeowook lalu berjalan menuju ke ruang pesta.
@@@@@
Berhenti berharap?
Sungguh menggelikan…
Bagaimana bisa berhenti jika harapan itulah
Cara agar bisa menjalani kehidupan ini
Tanpa adanya cinta di sisi…
Hanya harapan yang mampu menopang sebuah jiwa untuk tetap hidup
@@@@@
Dua buah mobil mewah berhenti di depan lobi hotel KJM. Dari mobil pertama nampak Jungsoo membuka bagasi mobil, mengeluarkan sebuah kursi roda, baru kemudian membuka pintu mobil. Jungsoo membungkuk, lalu menggendong tubuh kurus lelaki tua yang tidak lain adalah Kwon Haraboji.
Begitu sang haraboji duduk, seorang gadis cantik bergaun pink turun dari mobil yang sama.
“Jungsoo-ssi, setelah kau memarkirkan mobil, kau harus segera bergabung dengan kami.” Kata Kwon Haraboji.
“Baik Sajangnim.” Ucap Jungsoo.
sohee mengalihkan pandangannya kemobil yang parker dibelakang mobilnya.
Heechul keluar bersama seorang gadis cantik bergaun biru muda. Siapa lagi jika bukan Kang Yongrae. Gadis itu terlihat mempesona.
Hangeng, yang bertindak sebagai sopir Heechul malam itu segera mengikuti mobil yang dikemudikan Jungsoo.
Manager Shim menyambut mereka. Heechul memang meminta kepada Manager Shim agar menyambut para tamu sebelum mereka datang.
“Heechul-ssi, sudah ada beberapa undangan yang datang.” Ucap Manager Shim.
Heechul mengangguk.
“Khamsahamnida Manager.” Ucap Heechul tenang.
Lalu mereka masuk ke dalam ruangan yang sudah disulap sedemikian rupa. Sohee merasakan sensasi ini lagi. Sensasi saat dia merasakan hasil karya Raena. Lihatlah, bunga lili putih bertebaran dimana – mana. Lalu ada sebuket bunga mawar putih yang terselip satu Lili putih, khas Raena. Buket itu berada di meja besar yang menjadi meja utama mereka. Tempat haraboji nantinya berada.
Sohee bisa mengenalinya begitu saja. Diambilnya buket itu tanpa peduli rasa tidak suka haraboji akan sikapnya barusan. Namun, Heechul memperhatikan raut wajah Sohee tersebut.
Sohee menggenggam erat buket itu, lalu mengedarkan pandangannya ke ruangan luas yang belum begitu ramai itu.
Tidak ada yang dicarinya.
Diruangan itu masih beberapa relasi bisnis haraboji dan Heechul.
Sohee menghela nafas panjang.
Heechul mendekat. Lalu menepuk pundak Sohee lembut.
“Bagaimana?”
“Oppa, ini memang hasil karya Raena. Aku sangat mengenalinya.”
“Kita tunggu saja jika dia memang tamu disini, dia pasti akan datang.”
“Oppa, tidak bisakah kau memanggil pegawaimu untuk mengantarku menemui Raena?”
Heechul mengganggu pelan. “Baiklah.” Senyum tersungging dibibir Sohee, membuat Jungsoo yang baru masuk terpaksa menatap kea rah lain. Dia. Cemburu melihat Sohee tersenyum seperti itu kepada namja lain.
Jungsoo masuk bersama Kim Kibum, Choi Siwon, Shim Changmin, Shim Miyoung dan Park Ririn. Mereka menuju kea rah meja yang di duduki oleh Kwon Haraboji.
“Saengil Chukkahamnida haraboji.” Ucap Kibum.
“Saengil Chukkahamnida Sajangnim.” Ucap yang lain.
“Gomawo.” Kwon haraboji Nampak bahagia sekali hari ini. Apalagi Yongrae, yang masih dikiranya Raena setia mendampinginya. Meski matanya sesekali melirik kea rah Heechul yang terlihat begitu mempesona, namun dia tetap memperhatikan Kwon haraboji.
Tamu – tamu undangan mulai berdatangan, membuat suasana ruangan menjadi ramai. Dan Sohee semakin Nampak gelisah.
Hangeng dan Henry masuk. Entah darimana saja keduanya, karena mereka baru Nampak.
“Mianhaeyo Heechul-ssi, tadi aku dan Henry ada keperluan.”
“Tidak apa – apa.” Heechul melirik kea rah Yongrae yang asyik ngobrol dengan Haraboji.
“Kajja. Ikuti aku.” Ajak Heechul. hangeng dan henry hanya mengikutinya. Meski keduanya bingung.
“Rae-ya, kukenalkan kau pada asistenku dan adiknya. Hangeng dan Henry.” Yongrae mendongak sambil mengulum senyum. Sedangkan mata Hangeng dan Henry membulat.
“Hansia.. Jie Jie.” Ucap HAngeng dan Henry bersamaan.
Sedangkan Yongrae dan Kwon Haraboji Nampak kebingungan.
“Apa maksud kalian?” Tanya Yongrae.
“Han Sia, kenapa kau tidak member kabar kepadaku?” Tanya HAngeng. Mengabaikan pertanyaan Yongrae.
“Han Sia? Siapa yang kau panggil Han Sia? Namaku… Shin Raena.” Ucap Yongrae dengan sedikit marah. Hangeng dan Henry saling berpandangan lalu menatap Heechul.
Heechul memberikan sebuah tanda.
“Maaf, kami salah mengenali saudari kami, karena wajah kalian sangat mirip.” Hangeng membungkuk.
“Bagaimana kau bisa mengatakan cucuku ini mirip saudarimu?” kwon Haraboji nampak tidak suka.
“Jwosonghamnida sajangnim. Tapi Raena-ssi benar – benar sangat mirip saudari kami.” Hangeng mengeluarkan sebuah foto.
Kwon Haraboji nampak kaget dengan kemiripan diantara foto ini dengan gadis disebelahnya. Berbeda dengan Yongrae yang wajahnya memucat. Dia tidak pernah menyangka bahwa akan ada lagi orang yang berwajah sama dengannya.
Kwon Haraboji menatap lekat – lekat foto tersebut. Entah kenapa melihat senyum gadis dalam foto ini membuatnya teringat kepada Raena. Padahal dia beranggapan gadis itu di sebelahnya bukan? Tetapi, sejak dia datang kembali Kwon Haraboji belum pernah melihat senyum tulus di bibir gadis itu.
“Ah, haraboji, maafkanlah Hangeng. Dia terlalu merindukan adiknya yang sudah lama menghilang.” Ucap Heechul. Haraboji hanya mengangguk.
Entah apa yang ada di dalam pikiran lelaki tua itu. Dia menatap lekat ke arah Yongrae yang menjadi agak salah tingkah dan memilih untuk mengambil segelas minum. Tentu untuk menenangkan diri sendiri.
Heechul melihat Mrs. Hwang. Dia segera memanggilnya.
“Mrs. Hwang bisakah kau panggil pegawaimu yang merancang ruangan pesta ini?”
“Ne Huijangnim.”
Mrs. Hwang meninggalkan Heechul yang sekarang tengah duduk mengelilingi meja bundar besar itu. Sementara tamu – tamu masih menikmati suasana pesta ini. sambil mendengarkan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh salah satu relasi bisnis Heechul yang memang memiliki suara indah.
Begitu sebuah lagu selesai. Mc segera memberikan sebuah sambutan yang mengatakan bahwa saatnya pesta utama dimulai.
Lampu dipadamkan. Para tamu berdiri dari duduknya. Sebuah kue ulang tahun yang sangat besar didorong masuk diiringi sebuah alunan music dari piano. Dan berhenti di meja bundar besar itu. Para pegawai hotel yang membawanya menaruh kue itu ditengah meja.
Kwon Haraboji nampak bahagia sekali. Karena lemah akhirnya dia tetap duduk di kursi rodanya, dengan Sohee di kanan dan Yongrae di sebelah kirinya. Setelah Kwon haraboji mengucapkan beberapa patah kata sambutan, dia meniup lilinnya. Sohee memeluk kakeknya sayang. Begitu juga denga Yongrae yang langsung memeluk Kwon Haraboji.
Lampu kembali menyala. Dan lagu kembali mengalun kali ini dari penyanyi yang disewa Heechul. Beberapa tamu nampak berdansa.
Mrs. Hwang menghampiri Heechul bersama dengan seorang wanita. Dia adalah Park Seung Won. Jungsoo kaget melihat adiknya. Dia tahu adiknya bekerja di hotel ini, tapi untuk apa dia sekarang menemui Heechul?
“Huijangnim, ini pegawai yang mengatur pesta ini, termasuk menghias ruangannya.” Kata Mrs. Hwang.
Heechul menoleh.
“Kau, bukannya adik Jungsoo-ya?”
“Ne huijangnim.”
Semua mata memandang ke arah Seungwon membuat dia gugup. Termasuk Jungsoo tentu saja.
“Kau kah yang mengatur ruangan ini?”
“Ne.” Jawab singkat Seungwon. Jungsoo langsung menatap adiknya tajam. Dia tidak pernah tahu adiknya bisa mengatur sebuah ruangan pesta dengan begini indahnya? Sedangkan kamarnya sendiri selalu berantakan.
“Apa kau sendiri yang mengonsepnya?” tanya Sohee.
“Aniya. Aku hanya melakukan apa yang tergambar saja. seseorang yang membuat konsepnya. Dan sesekali dia datang.” Ucap Seung Won jujur.
“Dia pegawai disini juga?” selidik Heechul.
“Aniya. Dia tamu. Jwoesonghamnida.. ini salah saya.” Seung Won sudah merasa takut.
“Boleh aku bertemu dengannya?” tanya Sohee lembut. “Aku tertarik dengan konsepnya ini.” lanjut Sohee.
“Ne?” seung Won nampak kaget. Dikiranya dia akan dimarahi atau apalah karena telah meminta tolong seorang tamu.
“Arreo…” ucap Seungwon setelah tersadar. Dia berbalik dan akan beranjak dari ruangan itu, namun langkahnya terhenti saat dia melihat Raena.
“Kenapa berhenti?” tanya Sohee, agak tidak sabar saat dilihatnya Seungwon tak segera beranjak.
“Orangnya sudah datang. Itu tamu yang baru datang bersama dengan seorang lelaki yang adalah kekasihnya.” Ucap Seungwon tanpa diminta.
Heechul menoleh.
Dia melihat sepasang kekasih yang nampak serasi dan mesra memasuki ruangan pesta. Dia mengenali siapa namja itu. Ryeowook, adik sepupunya. Tangan kirinya menggenggam seorang yeoja. Heechul merasa dunia berhenti berputar saat dia bisa melihat dengan jelas siapa Yeoja itu.
Dialah Raena. Shin Raena yang selama ini dicarinya. Shin Raena yang selama ini dicarinya ditunggunya. Tetapi bagaimana bisa? Yeoja itu Nampak begitu akrab dengan Ryeowook.
Heechul mengepalkan tangannya menahan keinginannya untuk melepaskan genggaman tangan itu. Rupanya rasa cemburu begitu besar kepada yeoja itu. Apakah itu berarti dia benar – benar mencintai Raena yang asli?
@@@@@
Raena merasa ada seseorang memperhatikannya. Dia mendongak, dan matanya terkunci pada mata coklat itu. Ya Tuhan bukankah itu namja yang telah mempermalukannya dengan menciumnya di depan umum? Jangan bilang dia adalah….
“Hyung.” Suara Ryeowook membuat Raena lemas seketika. Apalagi saat Ryeowook memberinya pelukan. Tapi namja itu tetap menatap Raena dengan pandangan yang sulit Raena artikan.
“Eonnie.” Suara Seung Won membuyarkan lamunan Raena. Dia tersenyum pada gadis itu.
“Seung Won-ah.” Sapa Raena.
“Hyung, kukenalkan kau pada kekasihku. Chloe Kang, tapi dia sekarang lebih suka dipanggil Rae.” Ucap Ryeowook riang. Suaranya juga cukup keras hingga terdengar orang yang berada di meja besar itu.
Semua orang memandang kea rah Ryeowook.
Prankkk.
Suara gelas pecah membuat perhatian semuanya teralih kepada seorang gadis yang memandang gadis yang baru datang tersebut. Dengan pandangan tak percaya, kaget dan juga takut.
Semua orang heran dengan kemiripan wajah keduanya. Bukan hanya mirip. Mereka benar – benar sama. Hanya orang yang benar – benar mengenal keduanya dengan baik yang akhirnya mampu membedakan perbedaan keduanya.
Ryeowook membulatkan matanya saat melihat siapa yang telah memecahkan gelas tersebut. Mirip sekali. Dia seperti sosok Chloe yang selama ini dicari. Bukan yang selama satu bulan ini bersamanya. Tapi kenapa gadis ini berada diantara keluarga Kwon, keluarga mantan tunangan sepupunya. Dan apakah dia yang selama ini dicari sepupunya tersebut?
Sementara kedua gadis itu saling memandang dengan benak bertanya – Tanya.
Yongrae lebih kepada kenapa gadis ini muncul disaat yang tidak tepat seperti ini.
Sedangkan Raena heran, kenapa ada gadis berwajah yang mirip sekali dengannya. Apa dia kembarannya?
Diantara semua orang yang ada disana yang tengah terkesima dengan kemiripan keduanya seseorang cepat tersadar. Dia berdiri dan menghampiri Raena.
“Han Sia.” Ucapnya sambil memeluk Raena. Membuyarkan lamunan gadis itu.
“Gege. Han Gege…” isak Raena yang akhirnya bisa menemukan orang yang dirindukannya.
Henry segera menghampiri dua orang yang berpelukan itu begitu dia tersadar juga.
“Jie Jie.”
“Henry…” raena melepas pelukan hangeng lalu memeluk Henry. Dia juga merindukan orang yang sudah dianggapnya adik tersebut.
“Ekhem..” suara Kwon Haraboji menyadarkan semuanya. Sohee menatap gadis yang baru datang dengan berkaca – kaca.
Dia bangkit lalu memeluk Raena erat. Hal itu membuat Yongrae kaget. Bagaimana bisa Sohee…
“Rae-ya…” panggil Sohee dengan terisak.
Raena yang merasakan sesuatu pada pelukan gadis itu hanya diam saja. Dia bingung. Tapi hatinya seakan berdetak kencang. hatinya mengatakan rindu pada gadis ini.
Sohee melepas pelukannya lalu, dia menatap Raena.
“Rae-ya, kenapa kau diam saja? Kau tidak ingat kepadaku?”
Raena menggeleng. Dia benar – benar tidak ingat. Meski merasa hatinya tidak asing dengan gadis ini.
“Aku Sohee. Kwon Sohee.”
Raena merasakan Sesuatu menghantam kepalanya mendengar nama Sohee. Ada sesuatu yang membuat Raena merasakan kepalanya sakit.
Sohee.
Bukan nama yang asing.
Tapi siapa?
Raena merasakan hatinya menjerit, tapi otaknya tidak mau mengingat. Semakin dia mengingat, kepalanya terasa pusing.
“Sohee-ya, sohee-ya, sohee-ya…” ulang Raena.
Ryeowook yang melihat hal itu mengingat saat Raena pingsan. Berulang kali gadis itu menyebut nama Sohee.
“Jadi kau yang bernama Sohee?” gumam Ryeowook. Namun cukup terdengar jelas oleh Sohee.
“Ne?”
“Aniya. Sewaktu Rae pingsan dia selalu mengigau namamu.”
“Jeongmalyo?”
“Ne.” ryeowook tersenyum tipis. Sekaligus perih. Ingat cerita hyungnya dulu. “Jadi hyung, apakah Rae yang bersamaku ini adalah Rae-mu?”
Yongrae membekap mulutnya menahan jeritannya. Bagaimana bisa? Jadi selama ini Heechul ataupun yang lain tahu dia bukanlah Shin Raena? Tapi kenapa?
Raena menatap Ryeowook bingung. Kepalanya semakin pusing. Tapi dia tidak kunjung mengerti apa yang diucapkan Ryeowook.
“Apa maksudnya ini?” suara Kwon Haraboji terdengar cukup keras. Dia sungguh tidak mengerti dengan apa yang terjadi? Siapa gadis itu? Apa yang dilakukan cucunya. Dan apa yang diucapkan pemuda bernama Ryeowook. Ekspressi semua yang hadir. Membuat dirinya ingin tahu.
@@@@@
Saat ini mereka berada di sebuah ruangan. Berkumpul menjadi satu. Menjelaskan semua yang terjadi. Kwon Haraboji Nampak shock. Sementara Raena yang tak kunjung ingat bahkan merasakan kepalanya semakin pusing. Karena dia berusaha mengingat semua yang terjadi.
“jadi, kau bukan Shin Raena yang asli? Kenapa kau menipu kamu? Kenapa kau tidak mengatakan sejujurnya?” tuntut Kwon Haraboji.
“Haraboji, ini bukan sepenuhnya salah dia. Aku yang memaksanya untuk mengakui dirinya adalah Raena.”
“Tetap saja dia bisa menjelaskannya secara perlahan.” Ucap Kwon Haraboji. “Siapa kau sebenarnya?” teriak Kwon Haraboji.
Yongrae yang sedari tadi menunduk, segera mengangkat wajahnya. dingin. Penuh amarah. Dan juga kebencian. Meski terlihat juga kesedihannya.
“Namaku Kang Yongrae. Atau selama ini lebih dikenal sebagai Chloe Kang. Sahabat ani… mantan sahabat Nathan Kim atau Kim Ryeowook sekaligus Sunbae dari Park Ririn di Paris.” Jelas Yongrae akhirnya.
Ryeowook menatap Yongrae sedih. Dia bahkan bisa melihat rasa sakit Yongrae saat akhirnya dia mengucapkan nama koreanya. Ryeowook bisa menduga akan sebenarnya yang terjadi. Tapi dia ingin mendengar langsung dari Yongrae sendiri.
Ryeowook ingin dia berada di sisi Yongrae. Namun, sesuatu menghalanginya. Dia memang pengecut. Tapi dia merasa ini yang terbaik. Jadi dia memasang wajah datar saja.
“Apa tujuanmu ke sini?” Tanya Sohee.
“Tujuanku? Membalaskan dendam.”
“Dendam?” seru semua orang. Ryeowook terkaget. Ini seperti bukan Chloe yang dia kenal.
“Benar. Dendamku kepada keluarga Kwon. Terlebih kepada anda Kwon Sajangnim.”
“Dendam? Apa yang telah haraboji lakukan kepadamu? Dendam apa?” sohee Nampak geram.
Yongrae memejamkan mata sejenak. “Kwon sajangnim.. apakah anda masih ingat Kwon Minjee dan Kang Wonbin?” ucapnya perlahan. Matanya tak lepas dari menatap wajah lelaki tua itu.
Kwon Haraboji terkejut sekali. Setelah belasan tahun tak mendengar nama itu. Ryeowook menegakkan tubuhnya. Chloe tidak pernah mau mengungkit tentang kedua orang tuanya. Tapi sekarang dia mengucap nama keduanya. Itu berarti ada suatu hubungan antara Keluarga Kwon dan Yongrae. Apa benar dugaannya?
“Apa hubunganmu dengan mereka?” suara haraboji sedikit bergetar.
“Aku.. putrid mereka. Aku putrid tunggal mereka. Apa kau ingat perlakuanmu pada mereka”
Haraboji terdiam dengan muka pucat. Dia ingat sekali apa yang telah dia lakukan kepada anak keduanya itu.
“Haraboji. Siapa Kwon Minjee? Apa maksud yeoja ini?” sohee bertanya bingung.
“Sohee-ya, bahkan kau tidak tahu bibimu sendiri?”
“Bibi? Aku tidak pernah tahu aku punya bibi?”
Yongrae tertawa miris.
“Sebesar apa kesalahan eomma dan appaku kepadamu? Sampai kau tidak mau menyebut nama anak kandungmu itu ha?” yongrae benar – benar emosi.
Kesedihannya menyeruak. Dan entah bagaimana Raena bisa merasakan kesedihan tersebut. Ditatapnya wajah gadis yang mirip dirinya dengan perasaan kasihan.
“Maafkan aku Yongrae-ya.”
“Maaf? Untuk apa kau meminta maaf padaku?”
“Kalau begitu pertemukan aku dengan kedua orangtuamu.” Ucap Kwon Haraboji.
Air mata menetes dipipi Yongrae. “Terlambat.”
“Apa maksudmu?”
“Mereka telah meninggal. Kau membuat eomma dan appaku meninggal. Kalau kau tak mengusirnya. Kalau kau tak membuat eommaku menangis selama bertahun – tahun. Kalau kau tak membuat eommaku merasakan sebuah kerinduan mendalam pada orangtuanya, semua ini tak akan terjadi. Mereka tidak akan meninggalkanku. Aku bahkansangat membecimu. Membenci Negara ini. Aku menghapus namamu dari otakku. Tapi rupanya takdir benar – benar mempertemukanku denganmu. Jadi tidak ada salahnya khan aku melancarkan semua ini? Sayang sekali kenapa wanita ini harus hadir? Padahal sebentar lagi.”
Yongrae menatap Raena penuh kebencian.
“Kau bukanlah siapa – siapa dalam keluarga Kwon. Tapi kau menempati posisi yang seharusnya punyaku. Kau dianggap sebagai cucu. Sebagai keluarga. Sebagai saudara oleh Kwon Sohee. Kenapa kau harus muncul? Kenapa kau tidak mati saja???” teriak Yongrae.
Plakkk….
Semua yang ada terpekik kaget. Entah bagaimana seorang Ryeowook sanggup menampar Yongrae. Yongrae memegang pipinya yang terasa panas. Dia menatap Ryeowook tajam.
“Apa yang kau lakukan?”
“Aku yang harusnya bertanya. Apa yang kau lakukan? Kau sudah melewati batas Kang Yongrae. “ ucap Ryeowook dingin.
“Aku tidak peduli.”
“Kang Yongrae!”
“Aku membenci kalian semua.” Yongrae berlari keluar.
Raena, secara reflek mengikuti langkah Yongrae.
“Apa yang Raena lakukan?” sohee ikut berlari keluar. Meski dia masih kaget. Tidak menyangka bahwa Kang Yongrae adalah sepupunya.
“Kang Yongrae-ssi. Berhenti.” Panggil Raena.
Yongrae berhenti.
“Mau apa kau? Untuk apa mengejarku hah?” bentak Yongrae.
“Kau sedang emosi. Akan lebih baik jika kau berbicara baik – baik. Haraboji itu sepertinya orang yang baik. Meski aku belum megingat apa yang terjadi. Aku yakin dia orang yang baik.” Raena mencoba memegang lengan Yongrae.
Tapi Yongrae menepis.
“Kau tidak tahu rasanya menjadi aku, aku melihat bagaimana lelaki itu mengusir eommaku. Membuat eomma dan appaku tidak diterima bekerja dimanapun dinegara ini. Kami terpaksa harus tinggal di Paris. Memulainya dari bawah. Selama bertahun – tahun aku selalu melihat eomma menangisi foto lelaki itu. Membuat appaku harus bekerja berkali lipat agar suatu ketika bisa membawa kami kembali ke Korea. Membuktikan bahwa mereka bisa bertahan. Tetapi ketika saat itu tiba, mereka harus mengalami kecelakaan. Tepat sehari sebelum ulangtahun lelaki itu. Hanya karena eomma begitu ingin bertemu dengan lelaki itu. Bagaimana eomma mencintai lelaki yang telah mengusirnya. Membuatnya menderita bertahun – tahun.”
Air mata Raena menetes.
Dia memeluk Yongrae. Mencoba menenangkan perasaan Yongrae yang pasti kacau.
Untuk sesaat yongrae terlarut dalam pelukan hangat itu. Tapi dia tersadar. Dia segera mendorong tubuh Raena.
“Jangan bersikap sok baik kepadaku.” Ucap Yongrae ketus. Sebelum dia pergi. Yongrae menyebrang jalan tanpa menoleh kanan kiri. Tidak melihat laju mobil yang kencang dan agak tidak stabil karena jalanan licin setelah hujan salju.
“Awas,,, Chloe..” teriakan Ryeowook membuat Yongrae yang melamun terhenti. Sorot lampu dari kanan membuat Yongrae menoleh. Matanya terbelalak. Namun dia tidak bisa bergerak. kakinya terpaku. Dan Yongrae memilih memejamkan matanya pasrah.
Sesaat kemudian Yongrae merasa tubuhnya terdorong. Dia terjatuh, kepalanya membentur aspal. Dia mendengar suara decit rem dan teriakan banyak orang. Samar – samar dia mendengar orang – orang itu berteriak.
“Raena…”
Sebelum akhirnya Yongrae terjatuh tak sadarkan diri.
Heechul segera meraih tubuh raena yang telah berlumuran darah. Mobil itu menabrak Raena begitu keras membuat dirinya terpental beberapa meter.
Heechul menyalahkan dirinya yang terlambat bergerak. dia sudah mengejar Raena mencoba untuk mencegah tindakan gadis itu saat dia melihat Raena berlari menghampiri Yongrae. Namun, dia terlambat.
Jarak mereka terlalu jauh.
Heechul menahan tangisnya.
“Rae-ya ireona. Ireona… jebal ireona.” Heechul menepuk pelan pipi Raena mencoba membangunkan raena. Tapi sepertinya sia – sia,
Sohee jatuh terduduk. Melihat keadaan sahabatnya yang mengenaskan membuat air matanya jatuh juga.
“rae-ya, jebal ireona. Tolong jangan pergi. Bangunlah Rae-ya.” Sohee mengguncang – guncang tubuh Raena.
Perlahan mata Raena terbuka.
“Sohee-ya… uljima,.,,”Raena terbata.
“Rae-ya.” Desis Sohee dan Heechul bersamaan.
“Heechul…. Mianhaeyo..” detik itu juga mata Raena terpejam erat. Tubuhnya lemas. Kesadarannya menghilang. Heechul yang merasakannya tidak bisa menahan isakannya. Dia terisak sembari memeluk Raena erat.
Hangeng mengahampiri tempat kejadian dan memasukkan Raena serta Yongrae yang telah ditolong Ryeowook.
Mobil melaju kencang menuju Seoul Hospital,
@@@@@
Hyukjae tengah menanti Seung Won di kampusnya. Sudah beberapa hari semenjak Seung Won mengiyakan usulnya untuk berpacaran dengan dirinya, Hyukjae memang selalu mengantar jemput Seung Won.
Baiklah, Hyukjae jujur akan perasaannya. Dia tertarik kepada Seungwon. Dia sedang berusaha untuk mengubah perasaan Seungwon untuk mulai menyukainya. Dan Hyukjae yakin dia bisa.
Begitu melihat Seung Won, Hyukjae segera menghampirinya.
“Annyeong Jagi.” Goda Hyukjae. Seung Won tersenyum kecil.
“Oppa, ada yang ingin aku bicarakan padamu.” Ucap Seung Won serius. Hyukjae mengerutkan keningnya.
“Ne?” tapi Sengwon tidak menjawab. Dia hanya terus berjalan dan terpaksa Hyukjae mengikutinya.
Seung Won menuju ke café di seberang kampusnya.
“Apa yang ingin kau bicarakan?”
“Oppa, kita akhiri saja hubungan kita ini.”
Hyukjae terkaget. Tidak menyangka dia akan mendengar ucapan itu dari Seung Won.
“Tapi kita khan…”
“Gomawo, sudah mencoba membantuku. Tapi aku rasa ini tak akan berhasil. Kau tenang saja, aku tidak akan berbuat nekat atau apa. Tapi menurutku akan lebih baik jika kita berpisah saja. Sampai kapanpun rasanya aku tidak akan bisa menyukaimu. Jadi kita berpisah saja ne?”
“Seung Won-ah,,,”
“Mianhaeyo.” Seung Won membungkuk lalu meninggalkan Hyukjae yang terpaku. Dia masih menganggap dirinya salah mendengar. Tapi kenyataannya Seung Won tidak mau melanjutkan hubungan diantara mereka.
@@@@@
Miyoung melihat Hangeng yang tengah berkemas, namun dia diam saja. Hanya memperhatikan. Tetapi kembarannya yang membantu Hangeng yang berusaha menahan keinginan Hangeng.
Yah, Hangeng memutuskan untuk menyewa sebuah apartemen kecil beserta Henry. Apalagi setelah adanya kejadian kecelakaan Hansia beberapa waktu yang lalu. Dia cukup sedih.
Begitu juga Henry. Dan akan lebih baik jika mereka tinggal berdua. Itu alasan yang dia bilang kepada semua orang. Tetapi sesungguhnya alasan sebenarnya adalah dia ingin menghindari Miyoung.
Hatinya masih menginginkan Miyoung, dan dia tidak ingin terluka. Dia juga tidak ingin memaksa Miyoung.
“Hyung, haruskah hyung pergi?” untuk kesekian kalinya Changmin bertanya.
“Iya Changmin. Lagipula apartemenku khan dekat dari sini. hanya beberapa menit saja khan? Kau bisa sering – sering main ke sana.” Ucap Hangeng.
Changmin mengangguk.
Mau bagaimana lagi?
Hangeng keluar sambil menenteng koper kecilnya. Matanya bertemu pandang dengan Miyoung. Dia tersenyum kaku.
“Miyoung-ah, gomawo.” Hanya kata itu yang terucap. Lalu dia pergi.
Hangeng memang memilih pergi saat di rumah hanya ada si kembar. Dia tidak akan sanggup beralasan kepada Shim Ajhussi. Karena sepertinya Shim ajhussi mengetahui perasaannya pada Miyoung.
Miyoung memandangi kepergian Hangeng.
Kajima, batin Miyoung.
Namun mulutnya tak mampu mengucapkannya hingga hangeng benar – benar pergi.
@@@@@
Shindong berjalan perlahan menuju ruang tunggu di Seoul University. Dihampirinya Kwon Sajangnim yang tengah bersama dengan Sohee, Heechul dan Kibum. Mereka berada di depan ruangan Raena yang tengah koma.
Benar.
Raena mengalami koma sejak kecelakaan beberapa hari yang lalu. Dan kemungkinan hidupnya tipis mengingat benturan di kepalanya yang teramat parah. Sohee sangat marah kepada Yongrae.
Karena dia menyebabkan Raena seperti ini. tapi baik Haraboji maupun Heechul menenangkannya. Apalagi Kwon haraboji yang berkali – kali menyalahkan sikap buruknya di masa lalu.
Bagaimanapun juga Yongrae adalah cucu kandungnya juga. Meski kehadirannya ditolak Yongrae.
Keadaan Yongrae pun tak lebih baik. bukan luka pada tubuhya. Tapi lebih ke psikologisnya. Batinnya yang terluka bertahun – tahun membuatnya jadi bersikap seperti itu, meski bukan sepenuhnya kesalahannya.
Tapi dia cukup merasa bersalah dengan keadaan Raena sekarang.
Satu – satunya orang yang masih bisa diterima kehadirannya hanya Ryeowook.
Dan haraboji meminta tolong kepada Ryeowook untuk memintakan maaf kepada Yongrae.
“Sajangnim..” panggil Shindong ragu.
Kwon haraboji mendongak.
“Shindong-ah.”
“Ada yang ingin aku beritahukan kepadamu sajangnim.”
“Ada apa?”
Shindong mengangsurkan sebuah kotak kayu. Kwon Haraboji menerimanya dengan bingung. Dibukanya kotak itu. Pandanganya terpaku pada foto lama. Foto Kwon Minjee dan Kang Wonbin. Beserta sopir Shin dan istrinya. Didalam foto itu mereka nampak bahagia.
Air mata Kwon Haraboji menetes melihat foto itu. Karena keegoisannya dia tidak lagi bisa melihat putrinya lagi. Karena keegoisannya sekarang dia dibenci oleh cucu kandungnya.
“Haraboji.” Sohee mendekati harabojinya. Sohee melihat foto yang ditatap harabojinya. “Ini siapa?” tak ada jawab dari harboji. Dia menatap kea rah Shindong.
“Oppa. Siapa yang bersama dengan Shin Ajhussi?”
“Mereka orangtua Kang Yongrae sekaligus Shin Raena.” Ucap SHindong pelan.
“Mwoya?”
Baik Haraboji, Sohee maupun Heechul nampak terkaget mendengar ucapan Shindong ini.
“Sajangnim, Raena dan Yongrae kembar. Mereka putri dari Kwon Minjee dan Kang Wonbin. Dengan kata lain, mereka adalah cucu kandung anda. Dan Sepupu Sohee-ssi.”
Sohee menatap Shindong tak percaya.
“Apa itu benar Oppa?” Tanya Sohee. Shindong mengangguk.
“Tapi bagaimana mungkin? Raena anak Shin ajhussi bukan?”
“Sajangnim ingat saat anda tidak menyetujui pernikahan putri anda dengan Kang Wonbin ajhussi? Mereka selama ini tinggal bersama Shin Ajhumma. Maaf, karena Shin ajhussi tidak memberitahukannya kepada anda. Shin Ajhumma divonis tidak bisa hamil. Dan kebetulan Nona MInjee melahirkan bayi kembar. Mereka merawatnya bersama – sama. Sampai kemudian ketika si kembar berulang tahun ke 5, Nona Minjee dan WOnbin ajhussi menemui anda. Dan anda mengusirnya. Kebetulan saat itu yang bersama orangtuanya adalah Yongrae. Raena tengah sakit. Semenjak pengusiran tersebut, wonbin ajhussi memutuskan untuk mengajak istri dan Yongrae keluar negeri. Dan memberikan Raena kepada Shin ajhussi. Agar kelak, anda tidak canggung saat menyadari Raena cucu kandung anda.”
“Sayangnya Nona Minjee dan Wonbin ajhussi keburu meninggal dalam kecelakaan sebelum bertemu dengan Raena. Sehingga rahasia ini terus tersimpan sampai Shin Ajhussi meninggal. Ajhussi menyuruhku untuk memberitahukannya saat Sajangnim berulangtahun ke 78tahun ini. Jwoesonghamnida Sajangnim.”
“kenapa kau rahasiakan hal ini Shindong-ah?” tuntut Kwon Haraboji.
“Shin Ajhussi menyuruh saya atas permintaan terakhir Nona Minjee.”
Sohee terduduk dengan lemas. Ada rasa senang menyelusup hatinya menyadari mereka bersaudara. Tetapi dia sedih karena keadaan Raena yang tidak ada perubahan juga.
Mereka tidak menyadari ada orang lain yang mendengarnya. Yongrae. Mendengar semuanya. Dia langsung berbalik.
“Chloe..” panggil Ryeowook. Namun diabaikannya panggilan Ryeowook. Tanpa berpikir panjang lagi Ryeowook mengejarnya.
@@@@@
Sudah lama Raena tertidur. Tidak ada sedikitpun kemajuan. Setiap hari Heechul akan menunggui Raena. Sesekali akan berganti dengan Sohee atau Hangeng.
Yongrae pun berdamai dengan harabojinya. Namun dia lebih memilih untuk tinggal diapartemen Raena dulu. Perasaan bersalah menghantuinya. Untunglah ada Ryeowook yang masih menemaninya.
“Chloe, aku sepertinya harus segera ke London.” Ucapan Ryeowook membuat Yongrae terkaget.
“Apa? Ke London?”
“Benar. Eomma dan Appa menginginkan aku harus kembali ke London.” Ucapan Ryeowook begitu lirih. Seperti ada beban.
“Apa.. apa kau akan segera menikahi Cathy?”
Ryeowook mengangguk lemas. “Kemarin aku mencoba untuk membujuk eomma dan appa, tapi aku gagal.” Senyumnya perih. Yongrae merasakan hatinya sakit. Lagi. Seperti 5tahun yang lalu.
“Chloe ada yang mau aku tanyakan padamu.”
“Apa?”
“Kenapa kau berbohong padaku dulu? Saat aku menemukan tulisan – tulisanmu kenapa kau berbohong, kau mengatakan kau bercanda padaku? Kenapa kemudian kau menghilang? Apakah kau tidak pernah menganggapku sahabat?”
“Kau bukan sahabatku.”
“Mwoya?”
Yongrae menghindari tatapan Ryeowook. “Aku tidak pernah menganggapmu sebagai sahabat. Kau lebih dari sahabat bagiku. Kau adalah orang yang aku sukai.”
Ryeowook lega mendengar ucapan Yongrae. Namun, mengingat pernikahan yang akan dilakukannya dengan Cathy sebentar lagi membuat Ryeowook menahan rasa itu.
“Chloe…”
“Bisakah kau memanggilku Rae?” potong Yongrae.
“Eh?”
“Aku ingin dipanggil Rae olehmu. Kau memanggil Rae pada RAena. Aku juga ingin.”
“Rae-ya.” Bisik Ryeowook.
Yongrae memeluk Ryeowook. Sambil menangis. Ini adalah tangisan pertama Yongrae yang diperlihatkannya kepada Ryeowook setelah kematian orangtuanya.
“Wookie-ah, joahaeyo..” ucap Yongrae pelan.
Ryeowook ingin berteriak dan mengucapkan hal yang sama kepada Yongrae namun dia tidak bisa. Dia tidak ingin membuat keadaan semakin sulit untuk Yongrae. Akan lebih baik jika dia berdiam diri saja.
Yongrae-ya, saranghaeyo.. jeongmal saranghae….batin Ryeowook
@@@@@
Dan semua yang terjadi pun tak akan lepas dari takdir bukan?
Kesempatan kedua telah datang
namun, apakah hasil akhir akan sesuai harapan?
Lalu semuanya pun kembali kepada Takdir.
@@@@@
Heechul menatap wajah Raena. Wajah pucat Raena yang tidak juga mau membuka matanya. Dia masih asyik dengan tidur panjangnya.
Padahal Heechul telah berupaya membujuknya untuk terbangun. Agar mereka bisa kembali bersama. Agar Raena bisa bersama SOhee juga. Terlebih kepada saudara kembarnya.
Tapi Raena terlalu keras kepala untuk membuka matanya. Dia seperti enggan untuk bangun.
“Rae-ya, kenapa kau begini hm? Aku baru menemukanmu. Kenapa kau harus tertidur? Bukalah matamu Raena. Ayo kita mulai dari awal. Kau dan aku. Tidak ada lagi kepura – puraan. Kau haruslah tetap menjadi Raena bukan lagi menjadi Sohee atau siapapun. Aku ingin mendengar suaramu. Aku ingin bermain – main bersamamu lagi. Kau ingat Yoogeun Rae-ya. Dia juga merindukanmu. Apa kau tidak merindukannya?”
Heechul menggenggam jemari RAena. “Kau bahkan belum mengucapkan maaf dengan benar. Aku benci pembohong. Tapi aku lebih benci lagi orang yang keras kepala sepertimu. Kau sangat keras kepala Raena. Kenapa kau tidak juga mau membuka matamu. Apa kau tak melihat Mama Hangeng yang menangisimu?”
Heechul terus mengoceh. Mengucapkan apa saja yang ada diotaknya meskipun sepertinya sangat kacau.
“Rae-ya. Dan kau juga harus tahu.. aku…” heechul menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan. “Saranghaeyo Shin Raena. Jeongmal saranghae.” Ucap Heechul lembut sambil mencium punggung jemari RAena.
Seperti merespon ucapan yang dilontarkan Heechul, disudut mata Raena yang tertutup rapat mengalir tetesan air mata.
Heechul yang tidak mengetahuinya menunduk sambil menahan isak tangisnya.
“Aku benar – benar mencintai seorang Shin Raena yang aku temui dalam waktu sehari. Karena itu kumohon bukalah matamu.”
Heechul mungkin sudah berada di batas asanya. Karena itulah akhirnya dia menangis mendapati orang yang paling dicintainya ini berbaring dalam diam dan pasti dia sedang berjuang melawan maut.
Heechul merasakan gerakan jemari Raena. Heechul mendongak dan dia melihat Raena kesulitan bernafas.
“Rae-ya, apa yang terjadi? Rae-ya.” Dengan panic Heechul menekan tombol merah.
Namun, sebelum dokter datang Heechul mendengar suatu suara yang membuatnya merinding. Suara yang membuatnya putus asa. Dengan panic dia melihat ke monitor yang mendeteksi detak jantung Raena.
Garis Lurus.
Diringi suara yang nyaring. Sangat nyaring di telinga Heechul yang berdiri membeku. Tanpa bisa bergerak.
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit.